Jumat, 28 September 2012

Perjalanan menuju Cita-cita

Assalamua’laikum Wr.Wb

Halo para pembaca, perkenalkan nama saya Harshella. Saya seorang mahasiswi tingkat 4 (akhir) semester 7, Jurusan Manajemen S1 (Fakultas Ekonomi) dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di daerah Depok, yaitu Universitas Gunadarma. Di blog ini saya akan membahas tentang beberapa hal yang selama ini saya impikan atau cita-cita kan.
Berawal dari sebuah pertanyaan yang di seringkali di lontarkan oleh para guru sewaktu saya masih duduk di bangku Sekolah dasar. Ibu Guru, “Shella kalau sudah besar cita-cita kamu mau menjadi apa?” Pada saat itu saya sangat menyukai guru-guru di sekolah, langsung saja saya menjawab “saya mau jadi guru seperti ibu”. Lalu beliau bertanya lagi “kenapa mau jadi guru? Kenapa ga jadi dokter aja?” Saya dengan polosnya menjawab “ Kalau jadi dokter bau rumah sakit, gaenak. Tapi kalau jadi guru kayanya awet muda”. Ibu guru pun langsung tertawa seketika mendengar penjelasan saya. Kemudian beliau bertanya lagi “kamu ko mikir nya gitu? Jadi guru itu awet muda dari mana nya?” Saya pun menjawab “buktinya ibu kan sebelum mengajar saya, ibu adalah seorang guru bagi kedua orang tua saya kan. Kata ibu saya, bu guru tetep sama wajahnya sewaktu dia masih sekolah disini”. Bu guru tersenyum sedikit terkekeh. Sekian cerita cita-cita di Sekolah dasar.
Setelah lulus dari Sekolah Dasar saya tentunya berlanjut ke Sekolah Menengah atas (SMP). Saya bersekolah di salah satu SMP Negeri di Jakarta Selatan. Menurut saya setiap sekolah atau guru pasti diantara dari mereka itu sewaktu-waktu ada yang menanyakan tentang “cita-cita”. Benar saja dugaan saya. Sewaktu guru Bahasa Indonesia bertanya “Harshella, cita-cita kamu mau menjadi apa nantinya?” Kali ini saya menjawab “ Saya mau jadi reporter Tv pak”. Kenapa bukan menjadi guru lagi? Pada saat itu saya sedang gemar menonton acara berita bencana dan petualangan. Sewaktu SMP tapi saya tidak ingat kelas berapa, saya sangat mengagumi salah satu pembawa berita di salah satu stasiun televisi swasta, Rosiana Silalahi. Saya lihat di berita dia sudah banyak meliput peristiwa dan sewaktu dia sedang mewawancarai  secara live Presiden Amerika Serikat.  Acara berita yang sedang di tonton oleh keluarga saya itupun, menjadi bahan pembicaraan. Saya bertanya pada abang sepupu , “kalo mau jadi reporter gitu, gimana caranya? Kuliah?” kata abang sepupu “Iya kuliah dulu setelah lulus SMA, terus ambil jurusan jurnalistik nama nya. Lalu saya Tanya lagi “Terus kalo kuliah itu emang harus ke SMA ya bukan ke SMK atau SMIP? “ Kemudian abang bilang “kebanyakan sih yang dari SMA lanjut ke bangku kuliah”.
Beberapa bulan selanjutnya di SMP saya sekolah itu mengadakan Test IQ yang wajib di ikuti oleh semua murid. Hasil tes punya saya menunjukkan , jika saya SMA nanti saya lebih cocok ke jurusan IPS. Kalau di bidang pekerjaan, saya lebih cocok bekerja di ruangan dari pada di lapangan. Minat saya di kertas yang tertera itu adalah menjadi jurnalistik, manajer keuangan, dan pemusik. Alasan pertama, kenapa saya memilih jurnalistik adalah karena faktor si Rosiana Silalahi itu. Kedua, saya memang suka dengan petualangan-petualangan. Berikutnya alasan kenapa saya minat sebagai manajer keuangan, pasti semua orang pun jika melihat atau mendengar kata “manajer” dan “uang” yang pertama kali terlintas di pikiran adalah orang yang banyak uang. Saya yang umur kira-kira 12 atau 13 tahunan pada saati itu sudah mulai belajar menabung dari sisa uang saku. Jujur, saya sangat menyukai uang, apalagi “banyak uang”. Hehehe. Terakhir kenapa saya memilih menjadi pemusik? Karena pada saat itupun saya mampu memainkan sebuah alat music gitar, sedikit bisa memainkan keyboard dan tertarik sekali dengan lagu-lagu Pop Rock pada zaman nya. Karena abang saya setiap sore sering menyetel lagu barat dari aliran Pop sampai yang Rock seperti Mariah Carey, Whitney Huston, Boys II Men, Michael Jackson, Westlife, Aron Carter, Britney Spears, The Offspring, Evanescense, Avril Lavigne, and many more. Sebenarnya dari sejak Sekolah Dasar saya memang sudan hafal beberapa lagu pop barat dan bersikeras mengetahui arti di balik liriknya, saya pun senang dengan pelajaran Bahasa Inggris. Hasil Test IQ tetapi menujukkan saya lebih cocok menjadi jurnalis dan kegiatan yang berhubungan dengan manajemen.
SMP telah berlalu, kini waktunya ke jenjang yang agak serius. Saya berhasil melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas pilihan saya. Salah satu SMA Negeri Jakarta di daerah Tebet Timur, SMAN 37 Jakarta. Di kelas X (sepuluh) saat pembagian raport dan fokus penjurusan, ternyata saya terpilih untuk masuk Jurusan IPA.T api setelah saya pikir-pikir, pelajaran IPA itu kan menyangkut kimia, fisika, matematika dan biologi. Saya mengakui saya itu lemah di fisika. Pada saat pelajaran, banyak materi yang tidak saya mengerti, dan saya merasa kesulitan dan stress jika menghadapi pelajaran tersebut. Nilai ujian UTS atau UAS pun tidak pernah lebih dari 6 ke atas. Sedangkan untuk kimia, saya lebih menguasai pelajaran ini dari pada fisika. Akan tetapi guru kima saya sangat cerewet dan mengomel sepanjang hari di kelas. Saya merasa tidak nyaman mempelajarinya, yang ada hanya hawa takut terpendam dan saya pun memutuskan “saya tidak mau lagi ketemu dengan guru ini di kelas XI atau XII nanti”. Maka saya langsung mendatangi koordinator siswa dan meminta untuk pindah jurusan IPS. Ternyata tidak semudah itu saya dapat pindah, saya ditanyai banyak hal tentang alasan kenapa ingin berpindah jurusan. Saya dengan hati-hati menjelaskan kepada sang koordinator dan cerita sedikit tentang kemampuan saya memang labih menonjol di pelajaran IPS. Akhirnya saya pun berhasil pindah jurusan.
Tak luput dari Test IQ, di  SMA pun diadakan tes tersebut, dan hasil akhir nya kali ini menyatakan bahwa saya lebih cocok di bidang administrasi dan manajemen keuangan. Seketika saya berpikir, hmmm jadi pengen kerja di Bank, pengen jadi BANKER. Tahun terakhir di SMA tersebut saya membuktikan bahwa saya tidak sia-sia pindah jurusan, karena saya berhasil mendapat Piagam Penghargaan dan Beasiswa Berprestasi. Saya mendapati urutan ke-3 nilai tertinggi dari seluruh jurusan IPS siswa kelas 3. Betapa senang dan terharunya saya saat itu, bangga juga ada di dalam benak. Siswa IPS terdiri dari 5 kelas, dan saya berhasil mengalahkan ratusan siswa seangkatan saya. Semua guru, teman, saling bergantian untuk mengucapkan selamat pada saya. Saya senang sekali pada saat itu saya bisa meringankan beban kedua orang tua, sekaligus membuat mereka tersenyum lebar. Keberhasilan saya itu tidak luput dari usaha-usaha yang saya lakukan selama ini. Pada saat naik ke bangku kelas XII, dari awal saya sudah telusuri siapa-siapa saja teman sekelas saya, siapa saja yang otaknya pintar, rajin, itulah yang menjadi target utama. Saya ingat, saya menulis dan membuat kerangka target di sebuah buku kecil yang memang saya gunakan sebagai catatan target kedepan. Saya menuliskan “target saingain utama di kelas”. Entah kenapa hal-hal yang saya tuliskan di buku tersebut ternyata dapat menjadi sebuah kenyataan. Saya berhasil menjadi yang terbaik diantara mereka.
Kembali lagi ke topik kuliah, pada saat-saat kelulusan banyak teman yang berbincang bahwa mereka akan melanjutkan ke Univesitas A B C D dan lain sebagainya. Saya saat itu tidak berani berbicara apapun tentang kuliah, karena melihat kondisi ekonomi keluarga. Saya bukan berasal dari “kalangan orang berada”. Tetapi salah satu teman saya bertanya saat itu, dengan bahasa gaul “ Shell, lo mau lanjut kemana kalo lulus dari sini?” saya pun hanya bisa senyum lemah dan bilang “mungkin gue ga kuliah, gue kerja dulu”. Ada perasaan sedih menghantui hati yang paling dalam. Ada rasa menyalahkan keadaan, “kenapa saya terlahir dalam keadaan keluarga uang berada”. Tetapi pikiran jelek itupun langsung saya buang jauh-jauh, mengingat akan keadaan ekonomi keluarga saya yang hanya berkecukupan. Padahal sebenarnya saya ingin sekali melanjutkan ke bangku kuliah, ingin mendapat pendidikan tinggi, dan menjadi orang sukses. Saya juga sempat berpikir kalau menjadi seorang manajaer keuangan seperti nya hanya sebuah mimpi. Tapi saya berusaha untuk memberanikan diri mengutarakan keinginan kuat di hati kepada kedua orang tua saya. Saya merasa akan ada kemungkinan yaitu antara saya menyakiti hati mereka dengan pemberitahuan ini atau mereka akan mendukung keinginan saya. Setelah menjelaskan semua tentang cita-cita dan keinginan kuat saya untuk melanjutkan kuliah, ternyata mereka mendukung dan bersedia membiayai pendidikan saya lebih lanjut. Sungguh diluar dugaan dan saya yakin Allah pasti akan mununjukkan jalan yang terbaik.
Bisa dibilang sampai saat ini pun saya masih sulit tersadar bahwa saya mampu melanjutkan kuliah dan atas izin Allah yang mengatur semua garis hidup manusia, hingga sampai saat ini saya masih duduk di bangku kuliah tingkat akhir. Saya memilih jurusan manajemen ekonomi karena saya ingin mengetahui seluas mungkin tentang seluk beluk ekonomi kehidupan seseorang ataupun Negara dapat dinilai. Tetapi sejujurnya sampai semester 2 pun saya belum mempunyai bayangan tentang “apa sih cita-cita saya yang sebenarnya? Saya mau jadi apa setelah lulus nanti?”. Di hati hanya ada keinginan “saya ingin menjadi orang sukses, dan membahagiakan kedua orang tua saya.” Saya selau berdoa agar kedua orang tua saya selalu diberikan kesehatan, kelancaran rizki dan keberkahan hidup.
Perubahan jaman semakin lama berkembang pesat, jejaring sosial pun mulai bertebaran di kalangan masyarakat. Tak sedikit orang yang menggunakan manfaat dari jejaring sosial untuk area berbisnis seperti facebook, twitter, bahkan sampai ada yang mempunyai website online shopping sendiri. Sejak saat itu saya pun tertarik untuk mencoba membuat online shopping dan membuat account baru di facebook.
Saya mencoba online shopping pertengahan tahun 2011 yang lalu. Nama online shop saya “Cimplung Stockshop”. Cimplung saya ambil dari nama Alm. Kakek saya yang akrab di panggil “Baba Cimplung”, sedangkan Stockshop yang maksudnya adalah stock belanja. Jika digabung kedua rangkaian kata-kata tersebut artinya Stok barang belanja punya Cimplung. Agak konyol memang kedengarannya. Hari demi hari saya pun menulusuri dan mencari supplier untuk stok yang akan saya jual. Memang tidak mudah, seperak demi seperak saya berhasil kumpulkan. Sejak saat itu saya kembali menuliskan kerangka target di buku kecil yang baru yang pernah saya lakukan pada saat masih SMA waktu lalu. Saya menuliskan “saya akan jadi pebisnis yang sukses, ingin menjadi wanita karir” . Akan tetapi di akhir tahun saya sepi pembeli dan kehabisan stok barang dari supplier. Akhirnya saya memutuskan untuk offline sampai pertengahan bulan Maret 2012 kemarin.
Di akhir tahun pun saya masih melanjutkan menulis kerangka target dengan huruf besar bahwa “2012 TAHUN TERAKHIR KULIAH, LULUS, LANGSUNG DAPET KERJAAN ENAK, NGUMPULIN MODAL USAHA”. Saya mengerti apa yang saya cari dan dapat disimpulkan saya lebih memilih menjadi PENGUSAHA dari pada PEKERJA. Saya mencari beberapa rekomendasi dan informasi untuk medapatkan supplier.  Usaha saya tidak sia-sia, saya mendapat rekomendasi dari teman dekat untuk bekerja sama membuka online shop saya kembali. Hasilnya Alhamdulillah sampai saat ini saya masih menjalani kegiatan yang bisa disebut dengan bisnis ini.
Di bagian ini mungkin agak melenceng dari topic pembahasan, tapi saya ingin berbagi cerita pada anda semua tentang seputar pekerjaan saya yang lain saat ini.
Bisa dibilang tahun 2012 itu lagi jamannya BOY BAND dan GIRL BAND. Sebenarnya dari tahun 2011 yang lalu banyak Negara yang masyarakatnya terutama remaja putri yang demam Korea alias K-popers atau K-Pop Lovers. Jejaring sosial pun dipenuhi online shopping yang menjual berbagai atribut tentang idola Korea atau disebut dengan Idol K-POP STAR. Saya pun akhir-akhir ini tergoda untuk membuka online shopping kpop (kpop shop). Sebenarnya saya tidak terlalu maniak Korea. Tetapi ada salah satu BAND asal Korea Selatan yang menarik simpati dan mata saya, yaitu “CN BLUE”. Saya nge fans banget sama band tersebut. Saya lebih memilih BAND dari pada BOYBAND atau GIRL BAND. Menurut saya yang main band itu punya nilai lebih. Mereka tidak hanya jual tampang, tapi kemampuan dan kreativitas mereka dalam music pun di uji. Akibat suka CNBLUE saya jadi tau banyak tentang grup kpop idol yang lain dari fanbase.
Saya membuat akun baru di facebook maupun twitter, dan melakukan promosi ke berbagai fanbase (salah satu lingkup akun perkumpulan para fans artis K-Pop). Kali ini saya menamai kpopshop online saya dengan “CIMPSHOP_KPOP”. Saya membuat page juga di facebook yang nantinya akan terlihat banyak orang dan ada semacam pilihan untuk mem-vote dengan meng-klik “LIKE” di page. Saya membuat beberapa album dan memajang berbagai merchandise official maupun unofficial. Ada juga barang yang langsung di impor dari Korea seperti album lagu, poster, kaos, towel, thumblr, paying, sampai aksesoris yang dipakai para artis-artis Korea lainnya. Seperti biasa, sebelum saya membuka online shop kpop ini, saya mencari informasi ke berbagai sumber untuk mendapatkan supplier, dan tentu nya harus tau kualitas, harga-harga dan detail tentang barang yang akan dijual.
Menjual barang-barang seperti ini lebih sulit dari pada menjual barang-barang yang biasa di tawarkan online shopping lainnya. Se-detail mungkin harus dapat menjelaskan kepada calon pembeli tentang barang yang di tawarkan. Hmmmm Alhamdulillah hasil keuntungannya pun lebih besar dari pada online shopping biasa. Karena Korea sedang Booming di banyak Negara, jadi banyak pula peminatnya. Baru dua minggu saya menjalani kpopshop ini, sudah banyak K-Popers yang minat untuk membeli barang-barang kpop di saya. Bahkan ada juga yang mendaftar menjadi Re-Seller kpopshop saya saat ini. Saya berniat untuk mengembangkan usaha ini selama periode tertentu, pastinya selama demam K-Pop masih mewabah.
Disamping itu kegiatan saya di luar olshop yaitu saya sekarang bekerja di barcode kampus Universitas Gundarma. Ini pun salah satu rincian target di tahun ini. Saya berkeinginan untuk memiliki sampingan usaha atau kerja sampingan di luar jam kuliah. Saya ingin hidup dan waktu saya itu tidak sia-sia. Saya  ingin punya banyak pengalaman sebelum saya lulus kuliah. Sekali lagi atas izin Allah Sang Kholiq saya di terima menjadi petugas barcode saat ini. Menjalani kuliah, Menjalani online shopping. Semua itu atas Kehendak-Nya.
Ada lagu CN BLUE yang menyentuh , yang maknanya itu adalah tentang sebuah perjuangan seseorang mencari jati diri.
Akan menjadi apakah kita di kemudian hari? Itu semua tergantung dari apa yang anda niatkan dan apa yang anda tunjukkan hari ini. Sebesar apa harapan dan mimpi yang anda miliki untuk me wujud kan nya menjadi nyata. Usaha apa yang sedang anda lakukan. Yang liriknya berbunyi:
Title : CN BLUE-BLUE SKY
Reacing for the sky,
In the distance how we’re there.
Done by hope.
Hold your heart then there will be,
‘Cause you’re in, your the story.
We can see something, hidden in the pages say,
We are the ones whose gotta be there.
Don’t let go, the hope is in us who we are.

What if we could tell it’s gonna last somehow, we wind up.
What if we could take out all the wasted time.
Every little thing that we do, all the ways we feel.
Close your eyes n just feel it coming,
It’s getting stronger, then you see.

Ada juga yang lagu CN BLUE itu tentang bagaimana usaha dan kerja keras yang terus menerus mereka laukakn semenjak memulai karir nge- band di kafe-kafe sampai akhirnya saat ini jadi Band aliran PopRock yang Sukses dan Populer Di Internasional. Pada tanggal 22 September 2012 lalu, mereka konser perdana di London loh. Chukkahamnida (Ucapan Congratulation/Selamat). Daebak! (sama artinya seperti AWESOME/ KEREN). I also hope CN BLUE will be touring concert In Indonesia as soon as possible.
I’ll be waiting for you Rockin’ performances. \(^0^)/
Title : CN BLUE-TRY AGAIN SMILE AGAIN
Reff:
I'm gonna try again, try again,
Back again try it all night
I never give up forever
Try again, try again, back again
Time to try
I want to try to show all night

Try it all night, all night...

I'm gonna smile again, smile again,
Back again smile all night
I'll never cry, forever
Smile again, smile again, back again
Time to smile I want to try to smile all night

Try again, try again, back again
Try it all night, I'll never give up forever
Try again, try again, back again
Time to try, I want try to show all night.


Lirik dari lagu-lagu CN BLUE itu mengakhiri tulisan saya kali ini. Semoga Bermanfaat dan dapat di serap makna nya untuk dijadikan motivasi hidup dan mewujudkan mimpi menjadi nyata.
Saya ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Jumat, 29 Juni 2012

HERE IS CN BLUE

http://shellong.blogspot.com/p/cn-blue-boice.html

Manajemen Keuangan dan Laporan Keuangan


Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.

Aktivitas manajemen

Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu :
  1. Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.
  2. Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.
  3. Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.

Fungsi Manajemen Keuangan

Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan:
  1. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
  3. Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
  4. Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
  5. Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
  6. Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
  7. Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
  8. Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi
Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :
  1. Melakukan pengawasan atas biaya
  2. Menetapkan kebijaksanaan harga
  3. Meramalkan laba yang akan datang
  4. Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

    Tujuan Manajemen Keuangan

    Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.


    Laporan Keuangan

    Laporan Keuangan (Dasar-Dasar Akuntansi)

    Berdasar Neraca Lajur dapat disusun laporan keuangan perusahaan. Tujuan dari disusunnya laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan pemakaiannya.
    Laporan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

    Laporan keuangan perusahaan terdiri dari :
    1. Laporan Laba Rugi 
    yaitu laporan mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu.
    2. Laporan Perubahan Modal 
    yaitu laporan yang menyajikan perubahan modal karena penambahan dan pengurangan dari laba/rugi dan transaksi pemilik.   
    3. Neraca 
    yaitu laporan yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban dan ekuitas pada suatu saat tertentu.
    4. Laporan Arus Kas 
    yaitu laporan yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas selama satu periode tertentu. Laporan Arus Kas akan dibahas dalam bab tersendiri.
     

    Perbedaan Pelaporan dan Laporan Keuangan

     
     Haruslah dibedakan antara pengertian Pelaporan keuangan (bahasa Inggris: financial reporting) dan laporan keuangan (bahasa Inggris: financial reports). Pelaporan Keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan penyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor), peraturan yang berlaku termasuk PABU (Prinsip Akuntansi Berterima Umum atau Generally Accepted Accounting Principles/GAAP). Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi. Bahkan seharusnya harus dibedakan pula antara statemen (bahasa Inggris: statement) dan laporan (bahasa Inggris: report).

    Tujuan Laporan Keuangan

    Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
    Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
    Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (bahasa Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

    Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

    Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :
    • Dapat Dipahami
    • Relevan
    • Keandalan
    • Dapat diperbandingkan

     Sumber :
     
    http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_keuangan
    http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/laporan-keuangan-dasar-dasar-akuntansi.html
     http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_keuangan



Rabu, 13 Juni 2012

PROPOSAL


Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Sego Kucing Pak Dik Cabang Kebayoran Baru.

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1              Latar Belakang Masalah

Seiring perkembangan era di abad 21 ini adalah terjadinya globalisasi bisnis. Saat ini banyak kegiatan bisnis yang bergerak di bidang kuliner. Setiap manusia di seluruh belahan dunia memerlukan makanan karena merupakan faktor utama yang penting dan berpengaruh bagi kehidupan sehari-hari. Di Indonesia sendiri telah berkembang, di bidang kuliner dengan mudah dapat dijumpai di setiap pelosok daerah. Mulai dari warung tradisional seperti warteg, cafe, sampai restoran ternama pun tersedia.  Masing-masing usaha tersebut pasti memiliki ciri khas tersendiri dalam mempromosikan sampai penyajiannya.
Makanan merupakan kebutuhan pokok yang utama yang harus dipenuhi demi memenuhi kelangsungan hidup makhluk hidup terutama manusia. Salah satu usaha kuliner atau makanan yang memiliki nama yang unik adalah “sego kucing” yang biasa disebut dengan “angkringan nasi kucing”. Warung makan ini termasuk usaha yang bergerak dalam bidang usaha dagang. Mengapa disebut nasi kucing? Karena Sego kucing menyediakan berbagai jenis makanan dalam porsi atau ukuran kecil seperti ukuran makanan kucing pada umumnya. Lauk pauk yang tersedia antara lain sate keong, sate usus, gorengan, nasi putih isi, susu jahe, wedang jahe, es teh manis, dan masih banyak lagi.
Awalnya “nasi kucing” hanya dapat ditemui di daerah Jawa saja seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Solo. Kini usaha dagang tersebut telah tersebar di beberapa wilayah Jakarta. Kegiatan utama nya adalah memberikan pelayanan yang nyaman, kualitas makanan yang enak, dan harga bersahabat bagi para konsumen agar mereka tertarik dan berminat menjadi pelanggan tetap.
Keberhasilan penjualan sego kucing sangat berkaitan dengan kepuasan konsumen. Mengukur kepuasan konsumen merupakan suatu bagian penting untuk mendapatkan hasil di dalam suatu bisnis.

Hal utama yang harus diperhatikan dalam membangun minat beli konsumen adalah menciptakan kreasi seunik mungkin untuk menarik konsumen untuk mengkonsumsi suatu produk. Semua upaya yang dilakukan untuk mencapai mutu dan memberikan pelayanan yang unggul tidak ada artinya sama sekali jika tidak berusaha untuk memuaskan pelanggan dan tidak ada keuntungan yang diperoleh bagi perusahaan tersebut.
Mengukur kepuasan konsumen merupakan suatu bagian penting untuk mendapatkan hasil di dalam suatu bisnis. Pengukuran minat beli konsumen adalah hal yang harus dilakukan bagi setiap pemilik usaha untuk mengetahui sejauh mana peningkatan penjualan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.
Hal ini akan memberikan suatu pembelajaran bagi si pemilik usaha dalam meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan produk-produk menarik kepada konsumen demi berlangsung nya usaha di masa yang akan datang serta dengan tujuan utama yaitu mendapatkan laba.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian ilmiah dengan judul “ ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN SEGO KUCING PAK DIK CABANG KEBAYORAN BARU ”.
1.2          Rumusan dan Batasan Masalah
            a. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan seperti di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat kepuasan konsumen terhadap Pelayanan Usaha Sego Kucing Pak DIK Cabang Kebayoran Baru?
            b. Batasan Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah di atas serta rumusan masalah maka penulis membatasi masalah, tentang kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh Usaha Dagang Sego Kucing Pak Dik Cabang Kebayoran Baru dengan menyebarkan kuesioner terhadap 100 responden. Kuesioner tersebut dibagikan pada 100 responden yang penyebarannya dilakukan bulan bulan April 2012.

1.3          Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen Usaha Sego Kucing Pak Dik Cabang Kebayoran Baru.
1.4          Manfaat Penelitian
Manfaat akademis dari penelitian ini bagi pemilik usaha untuk mengetahui bagaimana menentukan strategi pelayanan terhadap konsumen terutama konsumen harus memperhatikan atribut apa saja yang dianggap penting untuk membuat konsumen merasa puas. Sedangkan manfaat praktisnya adalah untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak Usaha Sego Kucing Kebayoran Baru.
1.5          Metode Penelitian
            Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu metode chisquare (walpole,1995) metode chisquare digunakan untuk pengujian hipotesa. Dan menggunakan metode skala likert (SKL).
            Dalam pengumpulan data untuk penulisan ilmiah ini, penulis melakukan penelitian dengan cara sebagai berikut :
1.5.1       Objek Penelitian                                                                   
            Penelitian dilakukan pada Usaha Sego Kucing Manggarai yang bertempat di Jl. Manggarai Utara 1 tepat nya lokasi berada di depan Stasiun Manggarai Jakarta Selatan. Objek penelitian adalah konsumen yang datang membeli menu makanan atau minuman di Sego Kucing.
1.5.2       Metode Pengumpulan Data
            Data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah :
1)                  Riset Lapangan
·                     Kuesioner yaitu dengan membagikan daftar pertanyaan kepada responden untuk mendapatkan data yang dibutuhkan.
·                     Observasi yaitu terjun langsung ke lapangan tempat penelitian sebagai pelengkap agar data yang diperlukan dapat diperoleh hasil yang lebih akurat.
2)                  Studi Pustaka
Studi Pustaka yaitu pengumpulan, pengolahan, dan menganalisa data dengan mempelajari buku/diktat kuliah yang kiranya dapat membantu penulisan karya ilmiah ini.
1.5.3       Hipotesis
Ho : Konsumen Usaha Sego Kucing Pak Dik Cabang Kebayoran Baru tidak puas terhadap pelayanan yang   diberikan
Ha : Konsumen Usaha Sego Kucing Pak Dik Cabang Kebayoran Baru puas terhadap pelayanan yang diberikan.
1.5.4       Alat analisis yang digunakan
1. Analisis Deskriptif : Penelitian ilmiah ini penulis mengumpulkan data yang digambarkan melalui hubungan antara populasi dan sampel.
Populasi : Menghimpun seluruh pelanggan yang berkunjung selama bulan April 2012.
Sampel : Menghimpun 100 pelanggan yang menerima daftar pertanyaan kuesioner.

2. Analisis Kuantitatif
Alat analisis yang digunakan pada data kuantitatif ini penulis menguji dengan cara uji skala likert dan uji chi square.
Uji skala likert adalah pengujian yang dirancang untuk memungkinkan pelanggan menjawab dalam berbagai tingkatan pada setiap butir yang menguraikan jasa atau produk.
Uji chi square adalah penguian mengenai perbandingan antara frekuensi observasi atau yang benar-benar terjadi aktual dengan frekuensi harapan ekspektasi (Fe) yang didasari hipotesis tertentu.

Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu metode chisquare (walpole,1995) metode chisquare digunakan untuk pengujian hipotesa digunakan dengan rumusan sebagai berikut:
                        ( Fo – Fe )2
X2 = ∑            
                                         Fe


            Dengan keterangan :
                                    X2 : Chi Square Hitung
                                    Fo : Frekuensi Observasi
                                    Fe : Frekuensi Harapan
                                    Menggunakan tingkat signifikan a= 5% = 0,05.


















BAB 2
LANDASAN TEORI


2.1    Pengertian Perilaku Konsumen
Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah “consumer behavior can be defined as the behavior that customer display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas they expect will satisfy they needs”. Pengertian tersebut berarti perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.
2.1.1          Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
               a.         Faktor eksternal
            Merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas social, kebudayaan, marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku.
b.         Faktor Internal
Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman.
c.         Konsep Produk
Konsumen pada umumnya lebih tertarik dengan produk-produk yang harganya lebih murah. Mutlak diketahui bahwa objek marketing tersebut murah, produksi efisien, dan distribusi yang intensif. Konsumen akan menggunakan atau membeli produk yang ditawarkan tersebut memiliki kualitas yang tinggi, performa yang terbaik dan memiliki fitur-fitur lengkap.

2.2       Pemasaran Jasa
Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Jasa tidak berwujud, tidak dapat dipindahkan dan mudah habis. Akibatnya jasa biasanya memerlukan pengendalian kualitas dan kemampuan penyesuaian. Contoh : hotel, salon kecantikan,lembaga pendidikan.
Menurut Philip Kotler  (2005), dalam industri jasa terdapat tiga jenis pemasaran yaitu:
1.      Pemasaran Eksternal (Eksternal Marketing), yaitu aktivitas perusahaaan dalam mempersiapakan, menentukan harga, mendistribusikan, dan mempromosikan jasa kepada masyarakat.
2.      Pemasran Internal (Internal Marketing), yaitu aktivitas perusahaan dalam melatih dan memotivasi karyawan sehingga dapat melayani konsumen dengan baik. Perusahaan harus melatih karyawanya secara efektif serta dapat bekerja sama denagn tenaga pendukung dalam mencapai kepuasasn pelanggan.
3.      Pemasran interaktif ( Interactive Marketing), yaitu keahlian karyawan dalam melayani konsumen. Dalam hal ini khusus berlaku bagi jasa profesional dimana konsumen menilai suatu pelayanan tidak hanya menilai sesuatu pelayanan tidak hanya menilai mutu tekniknya saja,namun dilihat juga dari segi fungsionalnya menyangkut cara penyampaian jasa tersebut.
2.2.1    Karakteristik Jasa
Menurut kotler yang dikutip oleh j.supranto (2001), jasa memiliki empat karakteristik utama yang sangat mempengaruhi desain atau rancangan program pemasaran yaitu :  
1.      Tidak berwujud
Jasa tidak berbentuk, tidak dapat dirasakan sebelum dibeli. Pembeli atau penikmat jasa biasanya akan mencari tanda bukti dari sebuah pelayanan jasa, baik mutu jasa, tempat, orgniasasi dan harga-harga yang mereka lihat untuk mengurangi ketidakpastian mereka. Oleh karena itu maka penyedia jasa mempunyai tugas utama untuk mengelola bukti-bukti atau menyatakan yang tidak nyata. Teanag pemasaran jasa pun di tantang untuk memberikan bukti fisik atau citra pada penawaran abstrak.
2.      Tidak dapat di pisahkan
Jasa dihasikan secara khusus untuk dikonsumsi pada waktu yang bersamaan. Jika jasa diberikan pada seseorang pada seseorang maka orang tersebut merupakan bagian dari jasa. Interaksi yang terjadi antara penyedia dan klien inilah merupakan ciri khusus dari pemasaran jasa baik klien maupun penyedia akan mempengaruhi hasil jasa.
3.      Keanekaragaman
Jasa sangat beranekaragam tergantung pada siapa,kapan,serta dimana jasa di sediakan.


4.      Keadaan jasa tidak tahan lama
Jasa tidak dapat di simpan.keadaan tidak tahan lama dari jasa bukanlah suatu  jika permintaan stabil.
   2.2.2    Penilaian kualitas pelayanan jasa
Menurut Freddy Rangkuti (2003:17), salah satu cara agar penjualan jasa suatu perusahaan lebih unggul di bandingkan para pesainganya adalah dengan memberikan pelayanan yang berkualitas dan bermutu yang memenuhi tingkat kepentingan konsumen. Tingkat kepentingan konsumen terhadap jasa yang akan mereka terima dapat dibentuk berdasarka pengalaman dan asarn yang merak peroleh.
Bila jasa yang meraka nikmati ternyata, berbeda jauh dibawah jasa  mereka harapkan, para konsumen akan kehilangan minat terhadap pemberi jasa tersebut. Sebaliknya jika jasa yang mereka nikmati memenuhi atau melebihi tngkat kepentingan, mereka akan cendrung memakai kembali jasa tersebut.
Tingkat kualitas pelayanan tidak dapat dinilai berdasarkan sudut pandang perusahaan tetapi harus di pandang dari penilaian pelanggan. Karena itu, dalam merumuskan strategi dan program perusahan, perusahaan harus berorientasi pada kepentingan pelanggan denagn memperhatikan komponen kualitas pelayanan.
Menrut Parrasuraman yang dikutip Oleh Freddy Rangkuti (2006 :18) menemukan bahwa konsumen mempunyai kriteria yang pada dasarnya identik dengan beberapa jenis jasa yang memberikan kepuasan kepada pelanggan. Kreteria tersebut adalah realibility atau keandalan, responsivesses atau ketanggapan, assurnce atau jaminan, empaty atau empati dan tanggibels atau bukti nyata atau kasat nyata.

Dari berbagai macam kreteria tersebut dapat disederhanakan menjadi 5 dimensi yaitu :
1.      Realibility atau keandalan yaitu kemampuan untuk melakukan pelayanan sesuai yang di janjikan dengan cepat, akurat dan memuaskan.
2.      Responsiveness atau ketanggapan yaitu kemampuan untuk menolong pelanggan dan ketersediian untuk melayani pelaggan denagn baik.
3.      Assurance atau jaminan yaitu pengetahuan,kemempuan serta kesopanan karyawan serta sifatnya dapat dipercaya sehingga pelangga terbebas dari resiko.
4.      Emphaty atau empati yaitu rasa peduli untuk memberikan perhatian dan memenuhu kebutuhan pelanggan, serta kemudahan untuk di hubungi.
5.      Tangible atau bukti langsung yaitu meliputi fasilitas fisik perlenkapan karyawan dan sarana komunikasi.
Salah asat faktor yang mementukan kepuasan pelanggan adalah peseppsion menganai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi tersebut                    



2.3    Pengertian Pemasaran
Definisi pemasaran menurut Kotler (2002 : 8) adalah proses yang membentuk hubungan antara produsen dengan individu atau kelompok dalam menyampaikan produk, yaitu barang dan jasa yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan guna mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi melalui penciptaan produk yang berkualitas.
Definisi pemasaran tersebut berdasarkan pada prinsip inti yang meliputi: kebutuhan (needs), produk (goods, services and idea), permintaan (demands), nilai, biaya, kepuasan, pertukaran, transaksi, hubungan, dan jaringan, pasar, pemasar, serta prospek.
2.3.1    Bauran Pemasaran Produk Jasa
Menurut Philip Kotler (2002 : 18), pengertian bauran pemasaran adalah alat yang digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan pemasarannya yang digunakan di pasar sasaran.
Menurut Philip Kotler bauran pemasaran terdiri dari :
1.      Product (Produk)
Produk adalah keseluruhan konsep objek atau proses yang memberikan sejumlah nilai manfaat kepada pelanggan. Produk meliputi unsure-unsur daftar harga, potongan, bonus, jangka waktu pembayaran, aturan kredit. Yang menjadi focus utama pada produk adalah kualitas.
2.      Price (Harga)
Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan oleh pelanggan dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli.
Price meliputi unsure-unsur daftar harga, potongan, bonus, jangka waktu pembayaran, aturan kredit. Penetapan harga dan persaingan harga telah dinilai sebagai masalah utama yang dihadapi oleh perusahaan.
3.      Promotion (promosi)
Promotion mix ( Bauran promosi ) terdiri dari :
a.       Advertising (periklanan)
Merupakan suatu bentuk penyajian dan promosi dari gagasan, barang atau jasa yang dibiayai oleh suatu sponsor tertentu yang bersifat non personal. Media yang sering digunakan dalam advertising ini adalah radio, televise, majalah, surat kabar dan billboard.
b.      Personal Selling (penjualan perorangan)
Merupakan perjanjian secara lisan dalam suatu pembicaraan dengan seseorang atau lebih calon pembeli dengan tujuan agar dapat terealisrnya penjualan.
c.       Sales Promotion (promosi penjualan)
Merupakan segala kegiatan pemasaran selain personal selling, advertensi dan publisitas yang merangsang pembelian oleh pelanggan dan keefektifan agen seperti pameran, pertunjukan, demonstrasi segala usaha penjualan yang tidak dilakukan secara teratur atau kontinyu.
d.      Publicity (publisitas)
Merupakan usaha untuk merangsang permintaan dari suatu produk secara non personal dengan membuat, baik yang berupa bersifat komersil tentang produk tersebut di dalam media cetak atau tidak, maupun hasil wawancara yang disiarkan dalam media tersebut.

4.      Place (Tempat)
Place dalam service merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi, dalam hal ini berhubungan bagaimana cara penyampaian jasa kepada pelanggan dan dimana perusahaan harus bermarkas dan melakukan operasi. Dalam hal ini ada tiga jenis interaksi yang mempengaruhi lokasi, yaitu :

a.       Pelanggan mendatangi pemberi jasa (perusahaan) : apabila keadaannya seperti ini maka lokasi menjadi sangat penting. Perusahaan sebaiknya memilih tempat dekat dengan pelanggan sehingga mudah dijangkau, dengan kata lain harus strategis.
b.      Pemberi jasa mendatangi pelanggan : dalam hal ini lokasi tidak terlalu penting, tetapi yang harus diperhatikan adalah penyampaian jasa harus tetap berkualitas.
c.       Pemberi jasa dan pelanggan tidak bertemu langsung, berarti service providen dan pelanggan berinteraksi melalui sarana tertentu seperti telepon, computer atau surat. Dalam hal ini lokasi menjadi sangat tidak penting selama komunikasi antara kedua pihak dapat terlaksana.


2.4       Pengertian Kepuasan

Pengertian kepuasan menurut Philip Kotler dan Amstrong (2004:10) kepuasan pelanggan ( customer satisfaction ) dalah tingkat dimana anggapan kerja (perceived performance) produk akan sesuai dangan harapan seorang pembeli. Bila kerja produk jauh lebih rendah dibandingkan harapan pelanggan, pembelinya tidak merasa puas. Bila kinerjanya sesuai dengan harapan atau melebihi harapan. Pembeli merasa puas atau merasa gembira.
Menurut Philip Kotler (2004:42) kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa yang muncul setelah membandingkan persepsi atau kesannya terhadap kinerja hasil atau suatu produk dan harapan-harapannya.
Menurut F Gerson (2001:3) kepuasan pelanggan adalah persepsi pelanggan bahwa harapannya telah trpenuhi atau terlampaui.
Kepuasan merupakan fungsi dari persepsi/kesan atas kinerja dan harapan. Jika kinerja dibawah harapan, pelanggan tiidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan, pelanggan puas. Jika kinerja melebihi harapan, pelanggan amat puas atau senang.
Banyak perusahaan memfokuskan pada kepuasan tinggi karena para pelanggan yang kepuasannya hanya pas mudah untuk berubah pikiran bila mendapat tawaran yang lebih baik. Mereka yang amat puas lebih lebih sukar untuk mengubah pilihannya. Kepuasan tinggi atau kesenangan yang tinggi menciptakan kelekatan emosional terhadap merek tertentu, bukan hanya kesukaan/ preferensi rasional. Hasilnya adalah kesetiaan pelanggan yang tinggi. Bagi perusahaan yang berfokus pada pelanggan, kepuasan pelanggan adalah sasaran sekaligus alat pemasaran.
2.4.1        Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen
Menurut Freedy Rangkuti (2002), ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan, antara lain : Nilai, Daya Saing, Persepsi pelanggan, Harga, Citra, Tahap pelayanan, Momen pelayanan (Situasi pelayanan).
a.       Nilai
Nilai adalah pengkajian secara menyeluruh manfaat dari suatu poduk, yang didasarkan pada persepsi pelanggan atas apa yang telah diterima oleh pelanggan dan yang telah diberikan oleh produk tersebut. Walaupun jasa tersebut bernilai suatu produk, semakin bertambah kebutuhan pelanggan yang dapat dipenuhi oleh produk tersebut, yang dibutuhkan oleh pelanggan adalah pelayanan serta manfaat dari produk tersebut.
Walaupun suatu jasa berkualitas serta memuaskan pelanggan, tetapi belum tentu jasa tersebut bernilai bagi pelanggan. Semakin bernilai suatu produk, semakin bertambah pula kebutuhan pelanggan yang dapat dipenuhi oleh produk itu. Pelanggan akan semakin loyal bila produk tersebut semakin bertambah pula kebutuhan pelanggan. Semakin bernilai suatu produk, semakin bertambah pula kebutuhan pelanggan yang dapat dipenuhi oleh produk.
b.      Daya saing
Suatu produk mempunyai daya saing bila keunikan dan kualitas pelayanan disesuaikan dengan manfaat serta pelayanan yang dibutuhkan oleh pelanggan. Manfaat suatu produk tergantung pada seberapa jauh produk tersebut memenuhi nilai-nilai yang dibutuhkan oleh pelanggan.
c.       Persepsi pelanggan
Persepsi didefinisikan sebagai proses dimana individu memilih mengorganisasikan, serta mengartikan stimulus yang diterima melalui alat inderanya menjadi suatu makna. Presepsi dengan pelanggan terhadap produk/jasa berpengaruh terhadap tingkat kepentingan pelanggan, kepuasan pelanggan dan nilai.
d.      Harga
Harga yang rendah menimbulkan persepsi produk yang tidak berkualitas, juga dapat pula menimbulkan persepsi pembeli tidak percaya kepada penjual sebaliknya, harga yang tinggi menimbulkan persepsi produk tersebut berkualitas tetapi apabila harga yang terlalu tinggi juga menimbulkan persepsi penjual tidak percaya kepada pembeli.

e.       Citra
Citra yang buruk menimbulkan persepsi produk tidak berkualitas, sehingga pelanggan mudah marah untuk kesalahan kecil sekalipun. Citra yang baik menimbulkan persepsi produk berkualitas, sehingga pelanggan memaafkan suatu kesalahan, meskipun tidak untuk kesalahan selanjutnya.
f.       Tahap pelayanan
Ketidakpuasan yang diperoleh pada tahap awal pelayanan menimbulkan persepsi berupa kualitas pelayanan yang buruk untuk tahap pelayanan secara keseluruhan.
g.      Momen pelayanan (Situasi pelayanan)
Persepsi pelanggan terhadap suatu pelayanan ditentukan oleh pelayanan proses pelayanan lingkungan fisik dimana pelayanan diberikan.




BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1          Obyek Penelitian
Obyek penelitian adalah konsumen atau pelanggan “Usaha Sego Kucing Pak Dik “Cabang Manggarai” yang beralamat Jl. Manggarai Utara I, Jakarta Selatan.
3.2          Data / Variabel yang digunakan
            Dalam penulisan ilmiah data yang digunakan berupa data primer, di mana data tersebut diambil berdasarkan penelitian kuesioner yang langsung terhadap pelanggan. Dalam menentukan tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh Sego Kucing Manggarai yaitu kehandalan, keresponsifan, empati, dan berwujud untuk mengetahui pelayanan yang diberikan sebagai data berikut ini maka hal-hal yang akan diteliti oleh penulis :
a.       Jenis Pelayanan
b.      Harga yang ditetapkan
c.       Makanan yang ditawarkan
d.      Kecepatan
e.       Waktu menunggu (mengantri)
f.       Kecekatan (Cepat tanggap)
g.      Efektifitas
h.      Keahlian/keterampilan
i.        Perhatian
j.        Keramahan
k.      Komunikasi efektif
l.        Lokasi yang strategis
m.    Kelengkapan dan kebersihan
n.      Kerapihan dan kenyamanan

3.3          Teknik Pengambilan Sampel
Dalam penulisan ini teknik sampling yang digunakan adalah Sampling Acak Sederhana ( Simple Random Sampling ) dimana dalam pengambilan sampel tiap sampel yang berukuran sama memiliki suatu probabilitas atau kesempatan yang sama untuk terpilih dari populasi.
1.      Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri - ciri yang telah ditetapkan. Kualitas atau ciri-ciri tersebut dinamakan variabel. Populasi penelitian merupakan para pelanggan sego kucing yang menggunakan pelayanan jasa pada Sego Kucing Pak Dik.
2.      Sampel adalah bagian dari populasi. Survei sampel dapat didefinisikan sebagai suatu prosedur dimana hanya sebagian dari populasi saja yang digunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang dikehendaki dari populasi. Sampel penelitian merupakan 100 orang pelanggan dari keseluruhan populasi yang diperoleh penulis dengan menggunakan sampling acak yaitu penulis mengambil sampel secara acak dimana masing-masing responden memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel.

3.4          Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah:


1)            Kuesioner
Kuesioner adalah alat pengumpulan data dengan kuesioner yang digunakan dalam peneltitian ini dimana 100 orang responden mengambil jawaban yang paling relevan untuk menjawab pertanyaan yang sesuai.
Kuesioner yang dibuat dalam penelitian ilmiah ini terdiri dari 14 pertanyaan yang berkaitan dengan tingkat pelayanan. Daftar pertanyaan yang berkaitan dengan kualitas pelayanan mengandung 5 variabel diantaranya :
a.       Reability (kehandalan), yaitu jenis pelayanan yang diberikan,
b.      Responsiveness (kecepatan), yaitu kemampuan untuk membantu dan memberikan pelayanan dengan cepat. Kemampuan tersebut adalah tanggapan terhadap keluhan dari konsumen, cepat dalam pelayanan, mempunyai inisiatif dalam memberikan informasi dan pelayanan kepada pelanggan.
c.       Assurance (jaminan), yaitu profesionalisme, kesopanan, dan kemampuan karyawan untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan. Yang akan diteliti adalah profesionalisme dan kemampuan karyawan dalam menangani pelanggan.
d.      Emphaty (perhatian), yaitu perhatian secara individu kepada pelanggan. Yang akan diteliti adalah sikap sopan kepada pelanggan, memberikan perhatian penuh kepada masing-masing pelanggan serta sikap tanggap karyawan terhadap pelanggan.
e.       Tangibles (wujudnya), yaitu tampilan fisik Sego Kucing Manggarai seperti kelengkapan, kebersihan, kenyamanan, dan fasilitas.


3.5          Alat Analisis yang Digunakan
Skala Pengukuran
Di dalam penulisan ini penulis menggunakan skala Likert, yaitu merupakan jenis ordinal, juga tidak bisa dilakukan operasi matematika (x,/,+,- dan ^). Skala Likert memberikan sekor 1-5 untuk mengetahui derajat responden terhadap serangkaian pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner (M.Iqbal Hasan 2002:27). Berdasarkan jumlah responden 100 orang, maka dapat ditentukan bobot penilaian dengan menggunakan interval, yang dapat dihitung melalui nilai tertinggi dan terendah sebagai berikut :


Tabel 3.1
Peneletian dan kelas interval
Kategori
Kelas Interval
Sangat Puas

Puas

Cukup Puas

Tidak Puas

Sangat Tidak Puas
420 – 499

340 –419

260 – 339

180 – 259

100 – 179




Tabel 3.2
Interval bobot
Kategori
Bobot
Sangat Puas (SP)
5
Puas (S)
4
Cukup Puas (CP)
3
Tidak Puas (TP)
2
Sangat Tidak Puas (STP)
1

Penggolongan kategori tiap indikator dihitung berdasarkan nilai yang diperoleh dari hasil kuisioner dengan mengalikan besar bobot pada kategori yang ditentukan dengan jumlah responden yang telah menjawab masing-masing kategori (j.supranto (2003:407)) . Dari jumlah nilai yang didapat maka penilaian terhadap responden dapat dikelompokan menjadi kelas-kelas interval sebagai berikut.

a.       Nilai tertinggi        = total responden X bobot tertinggi
= 100 X 5
= 500
b.      Nilai terendah       = total responden X bobot terendah
= 100 X 1
= 100
c.       Jarak                      = nilai tertinggi – nilai terendah
= 500 – 100
= 400
d.      Interval                  = jarak / banyaknya kelas
= 400 / 5
= 80
Maka ditentukan pengelompokan sebagai berikut :
3.5          Alat Analisis
Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu metode chisquare (walpole,1995) metode chisquare digunakan untuk pengujian hipotesa digunakan dengan rumusan sebagai berikut:
                          ( Fo – Fe )2
X2 = ∑            
                                             Fe

                                    Dengan keterangan :
                                    X2 : Chi Square Hitung
                                    Fo : Frekuensi Observasi
                                    Fe : Frekuensi Harapan
                                    Menggunakan tingkat signifikan a= 5% = 0,05.
                                    Dengan hipotesa penelitian sebagai  berikut :
Ho : Konsumen Usaha Sego Kucing Pak Dik Cabang Manggarai tidak puas terhadap pelayanan yang   diberikan
Ha : Konsumen Usaha Sego Kucing Pak Dik Cabang Manggarai puas terhadap pelayanan yang diberikan.

Dan dengan Langkah – langkah hipotesis :
1.      Ho : Konsumen Usaha Sego Kucing Pak Dik Cabang Manggarai tidak puas terhadap pelayanan yang   diberikan
Ha : Konsumen Usaha Sego Kucing Pak Dik Cabang Manggarai puas terhadap pelayanan yang diberikan.
2.      Taraf nyata (α) : 5% = 0,05
3.      Derajat Bebas (Db) = k-m-1                     
4.      Wilayah kritis
X2 tabel = X2 (α ;Db)
5.      Nilai Hitung